Konsultan Bisnis Keluarga sejak 1998
Lebih Kuat Bersama: Keluarga yang Memimpin Bisnis yang Tangguh
Melampaui generasi, melampaui tantangan. Kami membantu keluarga memadukan kesatuan dan visi strategis, agar bisnis terus tumbuh, beradaptasi, dan mewariskan warisan yang bertahan lama.
Lanskap Bisnis Keluarga
Tulang Punggung Ekonomi Indonesia dan Asia
Dari warung tradisional hingga konglomerasi seperti Astra International, Djarum Group, dan Lippo Group — bisnis keluarga menopang lapangan kerja dan PDB nasional.
Perusahaan swasta di Indonesia dimiliki dan dijalankan oleh keluarga.
Nishiyama Onsen di Jepang, salah satu "shinise" tertua, berdiri sejak tahun 705.
Titik kritis di mana tradisi harus berpadu dengan inovasi, kendali dengan kolaborasi.
Keluarga adalah fondasi — dan masa depan — dari sebuah usaha.
Kutukan Generasi Ketiga
Mengapa Banyak Bisnis Keluarga Gagal Bertahan
Bukan pasar atau kompetitor yang paling sering menjatuhkan bisnis keluarga — melainkan hal yang tak pernah dibicarakan di dalam keluarga itu sendiri.
“Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, generasi ketiga menghancurkan.”
Bisnis keluarga gagal atau terjual sebelum sampai ke generasi kedua.
Yang berhasil bertahan hingga generasi ketiga, secara global.
Angka yang sama untuk bisnis keluarga di Indonesia — studi lokal menunjukkan.
PwC · McKinsey · DeloittePerencanaan Suksesi yang Minim
Hanya 34% bisnis keluarga punya rencana suksesi tertulis (PwC, 2023).
Tata Kelola Informal
Peran, tanggung jawab, dan proses keputusan tidak pernah dituliskan secara jelas.
Keluarga & Bisnis yang Menyatu
Ikatan emosional membuat keputusan profesional sulit dipisahkan dari urusan pribadi.
Rasa Berhak, Bukan Tanggung Jawab
Generasi penerus mendapat posisi tanpa lebih dulu membangun kepercayaan dan kompetensi.
Bergantung pada Satu Pemimpin
Ketika satu sosok memegang segalanya, sistem runtuh saat ia mundur.
Resistensi terhadap Perubahan
Enggan mengadopsi teknologi atau model bisnis baru demi mempertahankan cara lama.
Legacy by Design
Apa yang Membuat Bisnis Keluarga Kuat untuk Jangka Panjang
Legacy bukan sekadar soal usia perusahaan — melainkan kejelasan, kesinambungan, dan kepedulian yang dirancang dengan sengaja.
Menanamkan Nilai Sebelum Kekayaan
Bisnis keluarga yang bertahan lama tidak dimulai dengan strategi rumit — melainkan budaya yang kuat, seperti nilai tanggung jawab sosial Tata Group yang diwariskan lewat pelatihan kepemimpinan dan cerita keluarga.
Memisahkan Urusan Bisnis dan Keluarga
Struktur tata kelola yang jelas — dewan direksi, family council, perjanjian pemegang saham — memisahkan isu keluarga dari operasional bisnis, seperti yang dilakukan Merck Group di Jerman.
Mengutamakan Kepengurusan di atas Kepemilikan
Bisnis bukan milik untuk dinikmati, melainkan amanah untuk dijaga dan ditumbuhkan. “Anda tidak mewarisi bisnis — Anda mendapatkan hak untuk memimpinnya.”
Fokus pada Edukasi dan Suksesi Sejak Dini
Jalur kepemimpinan dirancang sejak awal, bukan menunggu pendiri berusia 70 tahun — termasuk keberanian membawa profesional non-keluarga bila diperlukan.
Beradaptasi Lintas Generasi Tanpa Kehilangan Jati Diri
Modernisasi, digitalisasi, dan globalisasi berjalan beriringan dengan kesetiaan pada tujuan awal — keseimbangan inilah senjata rahasia mereka.
Kompas Keluarga
Mulai Membangun Tata Kelola Keluarga Anda
Banyak bisnis keluarga gagal bukan karena produk yang buruk, tapi karena tak ada yang tahu siapa memutuskan apa, dan kapan.
Family Constitution: Peta Jalan, Bukan Dokumen Hukum
Family constitution adalah kompas moral — kesepakatan tertulis yang merangkum nilai, visi, dan keputusan bersama keluarga dalam mengelola keluarga sekaligus bisnis. Dokumen ini idealnya disusun bersama, bukan hanya oleh pendiri, agar setiap anggota merasa dilibatkan.
Struktur tidak membatasi cinta. Struktur melindunginya.
Visi & Nilai Keluarga
Mengapa kita menjalankan bisnis ini bersama? Apa yang paling kita junjung tinggi?
Peran & Tanggung Jawab
Siapa yang boleh bekerja di bisnis ini, dan apa kualifikasinya?
Struktur Pengambilan Keputusan
Bagaimana konflik diselesaikan dan keputusan besar dibuat?
Rencana Suksesi
Bagaimana kita menyiapkan generasi berikutnya untuk memimpin?
Kepemilikan & Dividen
Siapa memiliki apa? Bagaimana keuntungan dibagi?
Resolusi Konflik
Proses apa yang kita ikuti ketika terjadi perbedaan pendapat?
Terbukti oleh Data
Bisnis Keluarga Terbukti Lebih Tangguh Saat Krisis
Riset dari IMD, Credit Suisse, PwC, dan Journal of Risk and Financial Management menunjukkan pola yang konsisten: perusahaan dengan kepemilikan dan keterlibatan keluarga yang kuat mencatat kinerja finansial yang lebih baik selama pandemi COVID-19.
- Orientasi Jangka Panjang — mengutamakan kelangsungan dan warisan di atas laba jangka pendek.
- Modal Sosial & Kepercayaan — relasi mendalam yang menumbuhkan loyalitas saat krisis.
- Pengambilan Keputusan yang Gesit — struktur lebih terpusat, respons lebih cepat.
- Praktik Keuangan yang Prudent — utang lebih rendah, neraca lebih kuat.
- Komitmen pada Karyawan & Komunitas — memprioritaskan kesejahteraan, bukan hanya dividen.
Bisnis keluarga menjaga lapangan kerja dan pendapatan lebih baik selama pandemi.
PwC, 2021Bisnis keluarga mengungguli non-keluarga dalam pertumbuhan pendapatan & margin laba.
Credit Suisse Family 1000Kepemilikan keluarga berdampak positif pada kinerja perusahaan, khususnya di ekonomi berkembang seperti Indonesia.
Journal of Risk & Financial Mgmt, 2022Anda Tidak Harus Sendirian
Cara Kami Mendampingi Bisnis Keluarga Anda
Sejak 1998, kami menjadi pihak ketiga yang netral — memfasilitasi percakapan jujur yang sering dihindari keluarga, sekaligus merancang sistem yang membuatnya bertahan.
Family Charter & Constitution
Merumuskan nilai, visi, dan aturan main keluarga menjadi satu dokumen hidup yang disepakati bersama.
- Lokakarya nilai keluarga
- Draf & fasilitasi bersama
- Peninjauan berkala
Family Council & Governance Model
Membangun struktur dewan dan forum keluarga agar isu keluarga tak lagi bercampur dengan operasional bisnis.
- Desain struktur dewan
- Protokol rapat keluarga
- Perjanjian pemegang saham
Leadership Development Program
Menyiapkan generasi penerus memimpin dengan kompetensi — bukan sekadar warisan nama.
- Coaching individu
- Mentor eksternal
- Kurikulum kepemimpinan
Business & Succession Planning
Peta jalan transisi kepemimpinan yang jelas, disusun jauh sebelum masa peralihan tiba.
- Pemetaan jalur suksesi
- Rencana kontinjensi
- Pendampingan transisi
Program Curator
Dipandu oleh Praktisi, Bukan Teori
Julian Foe
Managing Director, Qando Family BusinessJulian Foe adalah Managing Partner Qando Family Business, firma konsultan bisnis keluarga yang berfokus mengembangkan pemimpin berbasis nilai, family constitution yang dinamis, dan budaya organisasi yang unggul. Ia turut mendirikan Kingdom Business Community, komunitas nirlaba dengan lebih dari 15.000 alumni yang telah dilatih dan dibina selama 15 tahun terakhir di 9 kota besar di Indonesia.
Sebagai pembicara dan konsultan, Julian dikenal karena intuisi tajamnya dalam mengembangkan potensi pemimpin. Ia rutin diundang sebagai pembicara di Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Brasil, serta menjabat sebagai Board of Advisor untuk isu bisnis keluarga dan human capital di sejumlah perusahaan nasional maupun multinasional — termasuk peran sebagai Country Director Global Leadership Summit Indonesia.
E-book Gratis
Unduh Panduan Lengkapnya
29 halaman berisi data, kerangka kerja, dan pertanyaan reflektif untuk membantu keluarga Anda memulai percakapan tentang tata kelola dan suksesi — hari ini.
Mari Bicara
Jadwalkan Sesi Eksplorasi
Tidak untuk membuat keputusan — hanya untuk mulai mengajukan pertanyaan yang tepat.
Consulting Office
Bidakara Tower 2, Bina Sentra Building, 3rd Floor, Room 302
Jl. Gatot Subroto No. 8 Plot 71, RT.8/RW.8, Menteng Dalam, Tebet
Jakarta Selatan 12870
Administration Office
Jl. Taman Pluit Kencana Block P / 28-F Pluit
Penjaringan, Jakarta Utara 14450